NADIKABAR.COM — Selasa, 3 November, pemilu paruh waktu atau pemilu sela akan digelar di Amerika Serikat. Kali ini bukan untuk memilih siapa yang akan duduk di Gedung Putih sebagai presiden, tapi siapa yang akan duduk di Capitol atau badan legislatif federal.
Pemilihan ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali, tepat di antara dua pemilihan presiden. Para pemilih di AS akan menentukan siapa yang akan mewakili mereka di kedua kamar kongres: Anggota House of Representatives (Dewan Perwakilan Rakyat) dan Senat. Selain itu, beberapa negara bagian, juga akan memilih gubernur mereka.
Pilihan-pilihan tersebut akan yang nampak jelas di surat suara tersebut, namun ada hal lain yang juga jadi pertimbangan para pemilih.
Pemilu paruh waktu "Sering kali menjadi referendum terhadap presiden dan partai yang sedang berkuasa," jelas J. Miles Coleman, analis pemilu dari University of Virginia Center for Politics di AS, jelang pemilu sela pada tahun 2022.
Jika rakyat puas, partai yang dipimpin oleh presiden di Gedung Putih akan meraih hasil yang lebih baik, sebaliknya, jika rakyat semakin tidak puas, hasilnya akan memburuk. Saat ini, tingkat dukungan terhadap Presiden Donald Trump berada pada titik terendah sepanjang sejarah.
Para pemilih akan memilih 435 anggota House of Representatives. Setiap anggota perwakilan rakyat tersebut mewakili satu daerah pemilihan. Daerah pemilihan ini dibagi berdasarkan kepadatan penduduk suatu daerah.
Jadi, negara bagian yang relatif luas seperti Wyoming, yang penduduknya berkisar 585 ribu jiwa, hanya memiliki satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. New Jersey, negara bagian yang luasnya jauh lebih kecil tetapi penduduknya mencapai 9,5 juta jiwa, memiliki 12 kursi anggota dewan. Anggota parlemen ini dipilih untuk masa jabatan dua tahun.