Wahyu menambahkan, dengan penerapan pemilihan secara digital, Pemkab tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk mencetak surat suara. Bahkan, hal ini diklaim dapat menghemat anggaran hingga Rp 2,5 miliar.

"Untuk pelaksanaan di 47 desa yang tersebar di 23 kecamatan ini kita tidak lagi menggunakan kertas. Cukup datang dan memilih dengan alat digital. Ini dapat menghemat anggaran hingga Rp 2,5 miliar," ucap dia.

Di sisi lain, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho mengatakan untuk menghadapi Pilkades serentak, lebih dari 300 personel disiagakan. Tidak hanya saat pelaksanaan, pengamanan juga dilakukan sebelumnya, termasuk untuk mengamankan alat yang digunakan dalam pemilihan.

"Kami lakukan berbagai antisipasi, apalagi di momen Pilkades sebelumnya juga terjadi aksi protes dan konflik. Sehingga kami berupaya maksimal untuk mencegah, jangan sampai insiden di momen sebelumnya terulang," pungkasnya.