"Pintu dikunci dari dalam, karena istirahat ya," kata Marzuki saat ditemui NadiKabar di lokasi, Sabtu (3/10).

Marzuki mengatakan, saat itu sedang berada di rumah selepas salat Jumat. Saat itu dia mendengar, teriakan dari warga bahwa ada kebakaran.

Dia mengatakan, warganya sendiri mengetahui adanya kebakaran setelah mendengar teriakan kakak dari balita kembar. Seketika, Marzuki lantas mendatangi rumah balita kembar itu.

"Nah dia (kakaknya balita kembar) teriak-teriak, 'Ada api!', di situ (warga tahu ada kebakaran)," jelas Marzuki.

Selaku Ketua RT, Marzuki pun langsung bergegas menelepon petugas damkar. Dia pun membagi tugas warganya untuk mengecek rumah balita kembar tersebut serta mengambil air untuk upaya pemadaman awal.

"Langsung dibongkar sama warga tuh (pintu rumah). Langsung dibongkar, nah dia (kakaknya balita kembar) keluar," ujar Marzuki.

Saat itu, kata Marzuki, masih belum ada warga yang ingat bahwa di dalam rumah ada si balita kembar akibat kepanikan saat itu. Sampai akhirnya petugas damkar tiba, baru lah semua pihak teringat masih ada si balita kembar di dalam rumah.

"Kita enggak ngeh yang dua itu loh, kita enggak ngeh si kembar itu. Akhirnya (kakak si balita kembar) bilang, 'ada dua, ada adik, ada adik!', nah balik (warga) yang satu, langsung tuh masuk ke dalam (rumah)," terangnya.

Namun akibat api yang sudah semakin besar menimbulkan hawa panas dan meruntuhkan sebagian atap, hanya satu dari si balita kembar yang perempuan berhasil diselamatkan. Sementara kembarannya, si balita laki-laki, tidak bisa terselamatkan.

"Akhirnya yang satu itu diambil, yang selamat," ungkap Marzuki.

"Masih kebakaran itu. Masih asap ngebul. Nah, itu kan baru masuk Damkar, belum bisa nolong. Damkar juga enggak bisa (masuk). Akhirnya si korban itu baru diambil setelah proses selesai semua ya," imbuhnya.

Upaya pemadaman pun terus dilakukan. Usai satu jam berupaya, akhirnya sekira pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan secara total oleh petugas damkar.