Selaras menceritakan kronologi kejadian pilu tersebut. Pelaku menjerat leher anaknya menggunakan tali sepatu setelah itu korban dijejali sabun colek dan tubuhnya ditaburi daun lamtoro.

"Kan habis dijiret (dijerat), dijejeli (dijejali) sabun colek, terus ditaburi lamtoro," terangnya.

"Mulai kecil dirawat, dicewoki (dicebokin), diadusi (dimandikan), dioperasikan. Berapa kali operasi jantung bocor, mata katarak, terus telur burungnya itu tidak pada tempatnya tapi di perutnya. Setelah sehat kok dibunuh. Sampai 5 tahun istri saya itu riwa-riwi rumah sakit sambil gendong," ujarnya sambil menangis.

Meskipun pelaku masih di bawah umur, Selaras berharap keduanya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. Hal ini untuk memberi keadilan bagi keluarga korban.