Informasi mengenai temuan tersebut beredar di media sosial, Kamis (13/10). Menindaklanjuti laporan itu, BKSDA Kalteng dan OFI melakukan penyisiran di Sungai Kumai Rabu (14/10).
Penyisiran dilakukan untuk menelusuri titik lokasi yang disebut dalam informasi tersebut. Sekaligus, sambungnya, memastikan keberadaan jasad orang utan yang dilaporkan mengapung di sungai.
"Namun, upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan belum membuahkan hasil. Jasad yang dimaksud tidak ditemukan selama penyisiran berlangsung," kata Handi, Jumat (16/10).
Dia memastikan keberadaan jasad orang utan tersebut masih belum diketahui. Penyebab kematian satwa itu juga belum dapat dipastikan karena jasadnya belum ditemukan untuk diperiksa lebih lanjut.