NADIKABAR.COM — Kakak beradik warga Dukuh Sidorejo, Desa Lumbung Kerep, Kecamatan Wonosari, Klaten, Danang Yuliyanto (31) dan adiknya, Bagus Mahendra (21) menjadi korban tenggelamnya kapal Virgo Transport. Sang kakak disebut sempat melakukan video call untuk mengabarkan adiknya hilang.
"Sebelum e mau terjun itu sudah digandeng, lalu lompat bareng. Pas jatuh itu terpisah karena tertimbun orang dan barang yang berjatuhan, Mas Danang cari Mas Bagus tidak ada," ungkap adik Danang dan Bagus, Sintya Dewi (20), kepada NadiKabar di rumahnya, Senin (14/9/2026).
Kabar kecelakaan, terang Dewi, diterima ayahnya saat perjalanan ke Sragen mengantarkan lamaran pernikahan hari Minggu (13/9) pukul 09.30 WIB. Begitu mendapat kabar ayahnya langsung pulang.
"Bapak minta berhenti di jalan langsung pulang, tidak tenang. Dapat kabar Mas Danang selamat dan sempat video call itu Minggu jam 11.00 WIB-an," sambung Dewi.
Dewi menyatakan dari cerita kakaknya, Danang, saat terjun keduanya sudah mengenakan jaket pelampung. Namun sampai hari ini Bagus disebut belum ada kabar.
"Sampai hari ini belum ada kabar Mas Bagus. Mas Danang lukanya di bagian paha, robek dijahit, " kata Dewi.
Keduanya disebut naik KM Virgo Transport untuk mengirim barang. Keduanya, berangkat dari rumah pada Jumat (11/9) malam.
"Mau kirim barang ke Banjarmasin, barangnya semacam gerobak es teh itu. Jumat (11/9) malem itu berangkat dari rumah karena kapal berangkatnya Sabtu (12/9) pagi,"
"Selama ini ya biasa-biasa saja. Cuma anaknya Mas Danang usia 2 tahun, saat Mas Danang mau mengikat barang di truk sudah nangis, kaya nggak boleh berangkat," ucap Dewi.
Bagus kakaknya, imbuh Dewi, sebelum berangkat ke Banjarmasin sempat meminta ibunya merapikan baju bekal. Bahkan ingin di dekat ibunya saat tidur.
"Pengin bobonya di dekat ibu sebelum berangkat, kok malah dapat kabar seperti itu. Iya saat kejadian keduanya tidak tidur," ujar Dewi.
"Mas Danang menelepon rumah terakhir hari ini sekitar jam 07.00 WIB mengabarkan sudah di RS," pungkas Dewi.
Teman akrab Bagus, M Wildan, mengatakan dirinya dapat kabar dari teman-teman main lainnya. Bagus menghubungi dirinya saat antre masuk ke kapal.
"Terakhir itu menghubungi saya pas mau masuk kapal. Setelah dapat kabar sedih juga, saya langsung ke sini," kata Wildan ditemui di rumah Bagus kepada NadiKabar.
Dilansir NadiKabar.com, kapal Virgo transport 8 yang mengangkut 243 orang terbalik dan tenggelam usai menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Berdasarkan data dari Basarnas dan Kemenhub, ada 114 korban yang telah dievakuasi.
Dikutip dari situs resmi Kemenhub, Senin (14/9/2026), data manifes menunjukkan kapal itu membawa total 243 orang yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, 126 sopir dan kernet beserta 89 unit muatan kendaraan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.
"Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia," kata Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dia mengatakan korban tersebut dievakuasi menggunakan sejumlah kapal. Sebagian besar korban dievakuasi ke Banjarmasin. Data tersebut dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan tim SAR.
Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT (Local Time) dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyebut kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada Minggu 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Pihak Kantor Basarnas Banjarmasin sendiri menyebut kapal sempat menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak.