NADIKABAR.COM — Ketua Umum PP Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Novita Wijayanti meminta agar kaum perempuan tidak takut untuk mendeteksi dini terhadap potensi kanker serviks dan kanker payudara.

Menurut Novita dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga karena menjadi salah satu penopang utama kehidupan keluarga dan pendidikan anak.

Untuk itu, pemeriksaan secara berkala diperlukan agar risiko maupun indikasi penyakit dapat diketahui lebih awal.

"Kita tahu bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kanker serviks, misalnya, dapat dicegah dan ditangani secara efektif apabila terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan rutin seperti Pap Smear," kata Novita.

Berdasarkan data yang dihimpun, menurut dia, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis penyakit serviks, dan sekitar 21.000 di antaranya meninggal dunia. Itu artinya, hampir 3 dari 5 wanita yang terkena kanker serviks kehilangan nyawanya.

Sedangkan terkait kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker terbanyak dan salah satu penyebab kematian utama akibat kanker pada wanita di Indonesia.

Statistik kasus di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat sekitar 65.000 hingga 68.000 kasus baru kanker payudara setiap tahunnya di Indonesia.

Sebanyak 70 persen pasien dideteksi dan datang ke fasilitas kesehatan sudah berada pada stadium lanjut (stadium akhir).

Untuk itu, organisasi perempuan Partai Gerindra tersebut menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kanker dan Pemeriksaan Pap Smear gratis.

Dengan mengusung tema "Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat", PIRA menggelar kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-18.

Menurut dia, perjalanan 18 tahun PIRA menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemberdayaan perempuan, termasuk dalam aspek kesehatan.

"Delapan belas tahun perjalanan PIRA adalah bukti nyata dari komitmen yang konsisten dan berkelanjutan dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, serta kualitas hidup perempuan Indonesia," katanya.

Dia mengatakan kesehatan perempuan memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan keluarga dalam menjalankan berbagai peran dan tanggung jawabnya.

Perempuan, kata dia, adalah tiang keluarga, madrasah pertama bagi anak-anak, serta penopang utama ketahanan keluarga.

"Jangan pernah ragu atau menunda untuk menyayangi diri sendiri. Menjaga kesehatan merupakan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang terbesar kita kepada suami, anak-anak, dan keluarga,” kata dia.

Dia pun berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran perempuan untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

"Semoga semangat menjaga kesehatan ini tidak berhenti di ruangan ini saja, melainkan ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar kita," katanya.