Sementara itu, Maria, salah seorang warga, sudah berada di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon sejak pagi. Botol kosong dibawanya dari rumah. Perempuan asal Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, itu datang demi mendapatkan air yang telah digunakan untuk mencuci benda-benda pusaka dalam tradisi Siraman Panjang.

Maria tidak datang sendirian. Ia bersama sejumlah warga lainnya sengaja menyambangi Keraton Kasepuhan untuk menyaksikan tradisi yang digelar setiap tahun menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Namun, bagi Maria, kedatangannya bukan sekadar untuk melihat prosesi. Ia juga bertekad membawa pulang air bekas pencucian benda-benda pusaka di keraton tersebut.

"Dari pagi saya udah di sini," kata Maria saat ditemui di Keraton Kasepuhan, Kamis (20/8/2026).

Maria pun rela berdesak-desakan bersama warga lain yang memiliki tujuan serupa, yaitu mengambil air yang digunakan untuk mencuci benda-benda pusaka di keraton.

Bagi Maria, air tersebut dipercaya memiliki khasiat tersendiri. Ia meyakini air itu bisa digunakan untuk keperluan tertentu, termasuk ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit.

Kepercayaan itulah yang membuat Maria rela datang sejak pagi dan ikut berebut air di tengah kerumunan warga. "Airnya bisa buat mandi. Terus misalkan ada yang sakit biar sehat," ujarnya.