"Inisiatif baru ini tidak hanya ke lokus sekolah, tapi juga ke permukiman. Jadi adik-adik kita ini selain di sekolah, dia juga bisa akses buku di dekat rumah," jelas Vega.
Inisiatif ini dinilai sukses menjawab tantangan literasi di pelosok daerah.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI Adin Bondar, menilai MPK menjadi instrumen jitu untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat.
"Tantangan kita adalah bagaimana membangun akses. Bersama Pertamina merevitalisasi mobil perpustakaan keliling untuk diciptakan menjadi satu instrumen mengakses bacaan kelautan," papar Adin.
Adin menambahkan, jarak wilayah darat dengan pesisir yang jauh tidak boleh menjadi hambatan edukasi. Melalui MPK, anak-anak tetap bisa mengeksplorasi kekayaan ekosistem dan masalah darurat sampah plastik.