"Kesadaran maritim itu tidak harus anak kita yang datang ke laut, tapi laut itu sendiri yang datang ke mereka melalui bacaan, komik, dan ragam literatur kelautan," tegasnya.

Pencapaian edukasi ini juga tak lepas dari peran tenaga pendidik. Momentum Bahtera LiteraSEA yang bertepatan dengan Hari Guru Sedunia turut dimanfaatkan untuk mengapresiasi guru sebagai garda terdepan pendidikan.

Perwakilan guru SD Mutiara 2 Tumi, menyebut literasi dari buku sangat mendukung kurikulum di sekolah. Praktik kecintaan terhadap laut langsung diaplikasikan oleh para guru lewat kebiasaan harian murid di kelas.

"Kita setiap hari mengajarkan anak-anak di sekolah membawa tempat minum atau tumbler. Hal ini untuk mencegah adanya sampah plastik sekali pakai yang menumpuk dan bisa berujung merusak laut," pungkas Tumi.

Sebagai informasi, kampanye literasi maritim ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait. Beberapa di antaranya adalah Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Vina Ardarini, perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub Ihsan Abdurrahman, serta Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini.