Dalam penyelenggaraannya, PKB Award menghadirkan tiga kategori penghargaan, yakni Sosial Media Santri, Pesantren Digital, dan Pesantren Hijau. Selain itu, terdapat tiga kategori kompetisi, yaitu Literasi Santri, Kompetisi Akun Instagram Santri Kreatif, dan Sholawat Idol.

Menurut Khozin, berbagai kategori tersebut mencerminkan upaya untuk mempertemukan kekuatan tradisi pesantren dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Santri diharapkan tidak hanya menjadi penerus tradisi keilmuan Islam, tetapi juga pelaku aktif dalam transformasi sosial, teknologi, dan kebudayaan.

"Merawat tradisi bukan berarti menolak inovasi. Kita menjaga yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Itulah nilai yang terus dirawat PKB," ucapnya.

Ia menyampaikan nilai-nilai Islam harus menjadi pijakan moral dalam tata kelola kehidupan publik, baik di bidang pendidikan, lingkungan, kebudayaan maupun teknologi.

Dengan demikian, modernisasi tidak kehilangan arah etik, sementara tradisi tetap memiliki ruang untuk berkembang.