NADIKABAR.COM — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan berbelasungkawa atas musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

Oleh sebab itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menginstruksikan Ketua Dewan Pengurus Cabang PKB Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal dan Ketua Badan Persaudaraan Antariman (BERANI) Kabupaten Pasuruan Etwin Oktavianus Tampanguma untuk bertakziah ke salah satu rumah duka, yakni almarhum Sukaris.

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan kehilangan ini,” kata Yusuf dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Yusuf berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa yang sangat berat ini.

Di sisi lain, dia menyampaikan salam dan ucapan belasungkawa dari Cak Imin kepada keluarga Sukaris.

Cak Imin, kata dia, berharap keluarga yang ditinggalkan dapat melalui masa duka dengan tabah, serta mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Selain itu, dia mengatakan peristiwa karhutla di kawasan Gunung Bromo menjadi pengingat pentingnya memperkuat perlindungan terhadap relawan dan petugas yang bekerja di lapangan.

Ia mengatakan ketersediaan peralatan keselamatan, kesiapan personel, koordinasi antarpihak, serta prosedur penanganan bencana harus menjadi perhatian serius untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.

“PKB juga mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah meluas. Upaya pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, dan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kebakaran perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban,” katanya.

Sebelumnya, terjadi karhutla di kawasan Gunung Bromo pada 15 Oktober 2026. Akibat peristiwa tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia.

Mereka di antaranya Sefril dan Wisnu yang merupakan relawan dari karyawan hotel setempat, dan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bernama Sukaris.

Kemudian, Hendra Roni yang merupakan petugas TNBTS, dan anggota Masyarakat Mitra Polhut Munawi.