"Cacat manipulatif Pasal selundupan Pasal 18 ayat 3 Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023 yang dilakukan dengan cara-cara terstruktur sistematis terencana," ujar dia.

Karena itulah, dia menekankan harapan pada PKS untuk mulai bergerak menggulirkan pemakzulan Gibran. Meski ia memahami berat untuk memakzulkan Gibran.

"Harapan pada PKS itu tidak kecil. Kita tadi ditanya, apakah memungkinkan. Kan berat sekali itu kalau sampai pemakzulan di MPR 2/3, 3/4. Kalau tidak ada yang mulai, nggak ada yang bergerak. Kenapa kita memulai di MK, apakah kita yakin kita akan menang di MK? Enggak juga sih. Harapan yang menyebabkan kita bergerak. Jadi butuh dua fraksi, sekarang belum ada," ucap dia.

"Ya bismillah setelah ini akan PKS gitu, memecahkan telur. Setelah itu fraksi yang lain bergerak. Kalau dilihat pergerakan semakin besar, momentumnya dapat, politik itu kadang-kadang bukan masalah hitung-hitungan matematis, tapi pertemuan beberapa momentum dan kepentingan. Ini semuanya wait and see. Bagaimana menunggu presiden, bagaimana melihat pimpinan koalisi itu ke Prabowo, Gerindra. Padahal beliau wait and see juga, bagaimana partai-partai. Kalau semuanya wait and see ibarat pertandingan sepak bola, ini nunggu di depan gawang ini. Akhirnya nggak ada yang nendang," lanjutnya.

Terakhir, dia berharap PKS bisa jadi inisiator pemakzulan. "Jadi mudah-mudahan PKS hari ini bisa menjadi salah satu inisiator. Kita nggak perlu koboi ya, Pak. Kita perlu politisi-politisi yang dengan hati berani melihat bahwa Pilpres 2024 kemarin itu betul-betul potret telanjang kecurangan yang menyebabkan kita mendapatkan musibah bencana nasional," imbuh dia.