“Kami perkirakan di rentang tahun 2027-2032, beban akan bertambah sekitar 300-400 MW. Ada pertumbuhan sekitar 30 persen. Maka kita akan bangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru,” ujar dia.
Selain membangun pembangkit baru, PLN Batam merencanakan penggunaan Battery Energy Storage System (BESS) atau sistem penyimpanan energi berbasis baterai untuk mendukung kelistrikan Batam-Bintan.
Ia menjelaskan kemampuan tersebut berbeda dengan pembangkit konvensional seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali beroperasi setelah berhenti.
“Waktu yang dibutuhkan baterai untuk melepaskan daya itu dalam hitungan nanodetik atau milidetik, jadi jauh lebih cepat daripada pembangkit," katanya.
Melalui penambahan pembangkit dan sistem penyimpanan energi, PLN Batam berharap dapat mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik sekaligus memperkuat cadangan daya.