Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur hingga keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam.

Menurut dia, koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat terlaksana dengan mengutamakan aspek keselamatan, keandalan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah, PLN Group, seluruh mitra, serta dedikasi tim yang mengawal setiap tahapan pekerjaan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pengaliran gas Natuna untuk mendukung keandalan kelistrikan Batam,” ujar Erma.

Penyelesaian WNTS-Pemping ditujukan untuk memperkuat kepastian pasokan gas jangka panjang bagi kelistrikan untuk menyalurkan gas dari Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) yang ditandatangani pada 11 Juli 2025 untuk pemanfaatan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung yang direncanakan mulai mengalir pada 2027 sebesar 111 MMSCFD selama delapan tahun.

Dengan terhubungnya WNTS-Pemping, pengembangan lapangan-lapangan baru di wilayah Natuna dapat disalurkan untuk kebutuhan domestik.