PLN EPI memetakan sejumlah jalur pengembangan bioenergi, meliputi biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, CBG, waste management, biofuel dan bioetanol.
Biomassa dengan tingkat pengolahan rendah hingga tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung program cofiring PLTU, memenuhi kebutuhan industri, maupun menyasar pasar ekspor.
Pada pengolahan lebih lanjut, biochar dapat dihasilkan antara lain melalui proses torrefaction dan pirolisis.
Sementara, syngas dikembangkan melalui gasifikasi biomassa dan berpotensi mendukung program dedieselisasi pada pembangkit berbahan bakar minyak.
Anita menambahkan PLN EPI juga melihat peluang pengembangan biohidrogen untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri pupuk, serta membuka peluang sebagai bahan bakar berkelanjutan untuk pasar ekspor.
Sementara, CBG dipetakan sebagai salah satu alternatif untuk cofiring dengan natural gas pada pembangkit gas.
"Pengembangan biofuel dan bioetanol juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain," sebutnya.
Di sektor ketenagalistrikan, pemanfaatan biomassa melalui cofiring menjadi salah satu implementasi bioenergi, yang telah dikembangkan PLN.