Pengolahan biomassa menjadi produk seperti wood pellet dan wood chip juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesesuaian bahan bakar dengan kebutuhan teknologi pembangkit.

Dari sisi realisasi, pemanfaatan biomassa PLN menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Volume cofiring meningkat dari 9.728 ton pada 2020 menjadi 282.581 ton pada 2021, kemudian 585.663 ton pada 2022, dan 1,006 juta ton pada 2023. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 1,624 juta ton pada 2024 dan 2,352 juta ton pada 2025.

Sementara itu, hingga 26 Oktober 2026, realisasi pemanfaatan biomassa mencapai 1,842 juta ton. Sejalan dengan pengembangan program, jumlah jenis biomassa yang dimanfaatkan secara berkelanjutan juga meningkat dari tiga jenis pada 2020 menjadi 18 jenis pada Oktober 2026.

Rata-rata nilai kalor biomassa turut meningkat dari 2.520 kilokalori per kilogram menjadi 3.440 kilokalori per kilogram, mencerminkan upaya peningkatan kualitas bahan bakar untuk mendukung optimalisasi pembangkit.

PLN EPI telah mengidentifikasi sekitar 70 jenis biomassa yang pernah diuji atau dimanfaatkan, dengan 18 jenis di antaranya telah memasok secara berkelanjutan ke pembangkit. Jenis biomassa tersebut antara lain tongkol jagung, sekam padi, cangkang sawit, limbah kayu, serta berbagai residu pertanian dan perkebunan.