Meski memiliki potensi sumber daya yang besar, pengembangan biomassa nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan pasar ekspor, keterbatasan fasilitas pengolahan, tingginya biaya logistik, hingga belum terintegrasinya rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Karena itu, PLN EPI mendorong penguatan kebijakan yang dapat memberikan prioritas bagi pemanfaatan biomassa untuk kebutuhan energi domestik.
Hokkop mengusulkan agar sekitar 30 persen dari potensi biomassa yang dapat dimanfaatkan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu memperkuat kepastian pasokan bahan baku, meningkatkan skala industri biomassa nasional, sekaligus mendukung pencapaian target pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik.
"Kami tidak meminta seluruh produksi biomassa dialokasikan untuk PLN. Kami hanya meminta sekitar 30 persen untuk kebutuhan domestik. Dengan alokasi tersebut, pemanfaatan biomassa untuk PLN berpotensi mencapai sekitar 10 juta ton," katanya.