Ia menjelaskan bahwa batu bara yang dikelola oleh PLN EPI mengalami tren peningkatan dari sekitar 67 juta ton pada 2023 menjadi 97 juta ton pada 2026.

β€œIni yang dikelola oleh PLN EPI. Tetapi sebenarnya yang dibutuhkan oleh PLN itu ada tambahan 60 juta. Jadi sekitar 150 juta ton,” ujar Rakhmad.

Lebih lanjut, PLN EPI juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) cukup untuk memasok pembangkit listrik yang masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Rakhmad mencatat pulau-pulau kecil di wilayah Indonesia Timur banyak yang menggunakan PLTD, sebab pembangunan PLTU terlalu besar dan mahal untuk memasok listrik ke pulau-pulau kecil tersebut.

Untuk kebutuhan BBM, Rakhmad menyampaikan kisarannya berada di angka 4,6 juta kiloliter.

Selain itu, Rakhmad menyampaikan PLN EPI juga memanfaatkan biomassa untuk memasok pembangkit listrik. Biomassa, kata dia, bisa berasal dari serbuk gergaji, jerami, cacahan sawit, tandan kosong, dan lain-lain.