Selain menghadapi tantangan berupa ketidaksesuaian antara kebutuhan dengan pasokan batu bara, Rakhmad juga menyoroti tantangan berupa kesenjangan harga antara batu bara yang dijual ke PLN dengan harga batu bara untuk industri lain maupun pasar internasional.
Harga batu bara yang dipasok oleh penambang untuk PLN maksimal 70 dolar AS per ton untuk kalori tinggi atau 6.322 kcal per kg. Sementara itu, harga batu bara dengan kalori 6.322 di pasar internasional sudah berada di kisaran 150 dolar AS per ton.
Kesenjangan harga juga terjadi untuk batu bara dengan kalori menengah maupun rendah.
Oleh karena itu, Rakhmad menyampaikan sudah berdiskusi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mendukung pemenuhan pasokan batu bara kalori menengah.
“Kami sedang berdiskusi dengan Kementerian ESDM, mohon dukungan terkait dengan pemenuhan medium rank coal,” ucap Rakhmad.