Kapasitas pembangunan kapal LNG berukuran besar di Korea Selatan dan China diperkirakan sekitar 85 kapal per tahun pada awal 2026, sementara orderbook kapal LNG telah mencapai 268 unit per 31 Maret 2026.

Sejumlah kapal yang dipesan pada 2026 bahkan memiliki jadwal pengiriman hingga 2029.

"Bertambahnya kapasitas industri tidak serta-merta menjamin tersedianya slot produksi ketika proyek membutuhkan peralatan atau kapal," kata Agus.

Menghadapi kondisi tersebut, PLN EPI mengelola pengembangan proyek LNG midstream sebagai satu portofolio terintegrasi.

FSRU, kapal LNG, fasilitas regasifikasi, dan penyimpanan, jaringan pipa, hingga koneksi pembangkit direncanakan secara sinkron.

Strateginya mencakup perencanaan kapasitas pada tingkat portofolio, keterlibatan pemasok lebih awal, fleksibilitas strategi aset, serta standardisasi desain dan peralatan.

Dalam forum internasional tersebut, Agus juga mengatakan PLN EPI mengevaluasi konversi kapal LNG eksisting menjadi FSRU sebagai alternatif ketika kapasitas galangan untuk newbuild terbatas.