NADIKABAR.COM — Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir mengatakan pencampuran bahan bakar (cofiring) di PLTU Rembang, Jawa Tengah, dapat menjadi contoh bagi PLTU lainnya.
"PLTU Rembang menjadi salah satu PLTU dengan penerimaan terbanyak pada 2025. Saya sangat senang dengan penerimaan dan inovasi yang dilakukan," ujarnya saat melakukan kunjungan ke PLTU tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia menerangkan PLTU Rembang memiliki inovasi yang patut ditiru dan diterapkan di PLTU lainnya.
Menurut dia, di PLTU Rembang terdapat dua zona dan dua akses untuk menerima dan menyimpan biomassa.
Dengan sistem ini, ketika zona pertama telah penuh, penerimaan biomassa dapat dialihkan ke zona kedua.
Pengaturan tersebut memungkinkan proses penerimaan dan penyimpanan biomassa tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas di zona lainnya.
Dengan demikian, ucap Hokkop, proses pencampuran biomassa dan batu bara bisa lebih optimal.