Selain itu, karena terdapat dua pintu akses, pembongkaran pun lebih lancar, memudahkan penataan, sehingga kondisi kerja lebih aman.

Kedua akses masuk itu memiliki kapasitas penampungan masing-masing 13 ribu ton biomassa.

"Cofiring di PLTU Rembang saat ini sekitar 5 persen hingga 10 persen," lanjut Hokkop, dalam kunjungannya yang diterima Senior Manager PLN Nusantara Power UP Rembang Jayadi beserta jajaran.

Hokkop juga mengatakan penerimaan biomassa di PLTU tersebut selalu naik dari tahun ke tahun.

Di 2023, sebutnya, penerimaan biomassa di PLTU Rembang tercatat 76 ribu ton.

Angka tersebut naik signifikan pada 2024 menjadi 118 ribu ton.