NADIKABAR.COM — PLN Indonesia Power menyiapkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek ini memiliki potensi kapasitas PLTS 60 MWp dan BESS 200 MWh.

Investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 3,3 triliun. Pendanaan rencananya didukung konsorsium perbankan Korea dan Indonesia.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pembangkit listrik berbahan bakar diesel di wilayah terisolasi. Penggunaan PLTS dan BESS juga ditargetkan dapat menekan biaya penyediaan listrik.

PLN Indonesia Power bekerja sama dengan PT ACE Energy Service (ACEES) untuk pengembangan proyek tersebut. Penggunaan panel surya produksi dalam negeri dari Trina Mas Agra Indonesia juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Proyek ini berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik hingga sekitar Rp 1.000/kWh. Besaran penghematan tersebut bergantung pada karakteristik sistem kelistrikan di masing-masing lokasi.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah mengatakan integrasi PLTS dan BESS dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar diesel sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.