Menurut dia, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga diharapkan mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup penyediaan infrastruktur, tetapi juga pengujian kesesuaian dan kualitas sistem penukaran baterai di lapangan. Para pihak juga akan memanfaatkan data penggunaan dan pemantauan sistem sebagai bagian dari pengembangan teknologi.

Para pihak selanjutnya dapat menindaklanjuti kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai kebutuhan.

Kolaborasi tersebut menjadi tahap awal pengembangan ekosistem mobilitas listrik terintegrasi di Klungkung.

Ajrun berharap dukungan infrastruktur kelistrikan, teknologi, dan kerja sama lintas negara dapat memperluas penggunaan kendaraan listrik sekaligus mendukung transportasi ramah lingkungan dan pengembangan ekonomi hijau di Bali.