Rizal menyampaikan, dari total kapasitas 50 MW tersebut, sebanyak 20 MW telah beroperasi dan 30 MW lainnya tengah disiapkan untuk segera beroperasi. Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas layanan kelistrikan di Sulawesi.

Rizal menambahkan, penguatan kapasitas pembangkit perlu diiringi dengan kesiapan operasional dan evaluasi sistem secara berkelanjutan. Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengantisipasi tantangan pasokan saat ini, tetapi juga memastikan sistem kelistrikan mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan energi pada masa mendatang.

"Kami ingin menjaga sistem kelistrikan Sulawesi semakin tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Melalui penguatan kapasitas pembangkit, peningkatan kesiapan operasi, dan kolaborasi seluruh unit PLN, kami optimistis keandalan pasokan listrik dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," tambahnya.