Anwar mengatakan pemerintah turut mengkaji sejauh mana perkembangan politik di Eropa dapat memengaruhi sistem administrasi nasional Malaysia.
Pemerintah Malaysia juga mencermati langkah sejumlah negara, seperti Uni Eropa, Kanada, dan Jepang, yang mengeluarkan instruksi dan imbauan kepada warga untuk menyiapkan persediaan makanan selama tiga hingga 10 hari guna mengantisipasi situasi global.
Menurut Anwar, langkah tersebut dilakukan terutama setelah serangan siber berskala besar yang merusak infrastruktur digital di Eropa dan negara-negara Barat, termasuk sistem administrasi.
Di Belgia, kata Anwar, serangan siber memaksa Kementerian Keuangan menutup portal pajak nasionalnya sepenuhnya.
Sementara itu, di Denmark, peretas membobol pusat data kependudukan dan membahayakan catatan identitas pribadi hampir sembilan juta orang.
Sedangkan di Amerika Serikat, sistem pengarsipan komisi pemilihan federal terhenti selama 41 jam menjelang pemilihan anggota Senat yang baru.