Hubungan diplomatik antara Jepang dan China mengalami kebekuan sejak Takaichi pada November mengisyaratkan bahwa serangan terhadap Taiwan dapat menjadi ancaman eksistensial bagi Jepang dan dapat membenarkan respons dari angkatan bersenjatanya.

China, yang memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, merespons pernyataan tersebut dengan serangkaian tindakan politik dan ekonomi terhadap Jepang, termasuk pembatasan ekspor logam tanah jarang yang dibutuhkan untuk memproduksi berbagai produk teknologi tinggi.

China belum menunjukkan tanda-tanda akan meredakan ketegangan dengan Jepang, sementara Beijing memprioritaskan upaya menjaga hubungan yang terkendali dengan Washington. Pemerintahan Trump khawatir pembatasan tersebut akan berdampak terhadap rantai pasok AS.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan