NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan bahwa pemilih Amerika Serikat (AS) telah menolak kebijakan yang mendorong kebencian, seksisme, dan penyangkalan perubahan iklim dalam pemilihan umum, serta menilai gelombang politik sayap kanan mulai kehilangan momentum.
Dalam unggahan melalui platform media sosial X pada Rabu, Sanchez mengatakan hasil pemilu tersebut mencerminkan penolakan terhadap kebijakan yang “memiskinkan” masyarakat dan menguntungkan kelompok elite yang memiliki hak istimewa.
“Kemarin, masyarakat Amerika memberikan suara menentang kebijakan yang hanya memiskinkan. Menentang kebencian. Menentang seksisme. Menentang pengingkaran perubahan iklim dan menentang hak-hak istimewa kaum elite,” tulis Sanchez.
Dengan merujuk pada perkembangan politik di Brasil, Sanchez memperkirakan pergeseran serupa akan terjadi di Spanyol.
“Hal itu terjadi di Brasil. Baru saja terjadi di AS. Dan akan segera terjadi di Spanyol,” katanya, merujuk pada pemilu di negaranya yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November.
Sanchez juga menyinggung Alberto Nunez Feijoo, pemimpin Partai Rakyat (PP) yang merupakan partai oposisi, serta pemimpin partai sayap kanan jauh Vox, Santiago Abascal.
PM Spanyol itu mengatakan gelombang politik yang berusaha ditunggangi kedua tokoh tersebut kini mulai kehilangan kekuatan.
“Gelombang sayap kanan jauh yang coba dimanfaatkan Feijoo dan Abascal tidak lagi membesar, melainkan mulai runtuh,” tulis Sanchez.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah warga AS memberikan suara dalam pemilihan paruh waktu pada 3 November, yang mencakup pemilihan anggota Kongres dan sejumlah jabatan publik lainnya di berbagai wilayah negara itu.
Media AS memproyeksikan Partai Demokrat akan memperoleh 53 kursi Senat, dibandingkan 42 kursi untuk Partai Republik, sementara penghitungan suara di sejumlah daerah pemilihan masih berlangsung.
Partai Demokrat AS juga diperkirakan meraih sedikitnya 218 kursi dari total 435 kursi di DPR AS, jumlah minimum yang diperlukan untuk menguasai mayoritas.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan