NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, mengumumkan akan menggelar pemilu lebih awal pada 29 November mendatang. Pengumuman ini menyusul penolakan parlemen terhadap langkah-langkah bantuan perumahan yang diusulkan oleh pemerintahan Sanchez.
Situasi itu terjadi saat Spanyol marak dilanda unjuk rasa menuntut perumahan yang terjangkau beberapa waktu terakhir.
Kekalahan dalam voting di parlemen pada Jumat (2/10) waktu setempat, menandai kemunduran politik lainnya bagi PM dari kubu Sosialis tersebut. Sanchez menjadi salah satu dari sedikit PM Eropa berhaluan sayap kiri yang masih memegang kekuasaan.
"Untuk berbuat lebih banyak, kita perlu memperbarui dan memperluas dukungan rakyat," kata Sanchez, yang menjabat sejak tahun 2018, dalam pidato yang disiarkan televisi Spanyol, seperti dilansir AFP, Senin (5/10/2026).
"Kita perlu melakukan mobilisasi dan memenangkan dukungan mayoritas progresif yang jauh lebih besar di parlemen, dukungan yang memungkinkan kita mengatasi kepentingan-kepentingan mapan, mewujudkan kemajuan sosial baru, dan melanjutkan transformasi Spanyol," cetusnya.
PM Spanyol itu mengaku telah melakukan kesalahan dan belum sepenuhnya memenuhi janji-janji kampanyenya.