Pihak keluarga baru mendapatkan informasi dari Jamil setelah dua bulan hilang kontak. Di mana pihak keluarga diberi tahu bahwa Jamil sedang berada di Singapura dan bekerja di bidang perusahaan ekspedisi.

"Kalau nggak salah berangkat dari Jakarta itu sekitar bulan November 2025. Ada yang ngajak, kebetulan warga di sini juga, tetangga saya juga. Diiming-imingi gaji besar gitu kan, ya mungkin tergiurlah keponakan saya. Mungkin syarat-syaratnya ditanggung sama perusahaan. Jadi tidak mengeluarkan ongkos. Hilang kontak nah, 2 bulan kemudian itu baru ada tetangga saya ngabarin ke saya bahwa ada di Singapura kerja di perusahaan ekspedisi," tutur Iyah.

Sebelum hilang kontak total, komunikasi tim redaksi Jamil dan keluarga sempat berpindah-pindah lokasi dari Singapura hingga akhirnya diketahui berada di Laos. Menurut Iyah, sebelum dikabarkan meninggal dunia, Jamil sempat merayakan ulang tahunnya pada pertengahan Juli bersama rekan-rekannya di Laos sebelum akhirnya hilang kontak sepenuhnya pada akhir Juli.

Bahkan, Jamil juga berencana untuk pulang ke Indonesia dan sudah menabung untuk membayar denda kontrak sebesar Rp50 juta. Iyah sendiri tidak mengetahui secara pasti apakah Jamil menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau bukan.