Namun, setelah hilang kontak satu bulan lebih, pihak keluarga malah mendapatkan kabar bahwa Jamil sudah meninggal. Kini, pihak keluarga berharap jenazah Jamil dapat segera dipulangkan ke Tanah Air untuk dimakamkan secara layak.
"Harapan saya anak saya kembali. Walaupun istilahnya dia tidak ada, sudah tidak utuh lagi apa bagaimana, pokoknya pengennya anak saya kembali. Mohon dibantunya kepada pihak-pihak yang terkait. Semoga anak saya bisa pulang walaupun istilahnya dalam keadaan apapun," tutur Iyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan Toto Toharuddin mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan tersebut. Menurutnya, pagi ini Disnaker bersama tim Kementerian Migran Indonesia turun langsung ke lapangan.
"Infonya baru tadi sore. Kami langsung turun ke lapangan dan semalam udah komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat Timbang. Pagi ini tim investigasi Disnaker mau turun ke lapangan. Dan sekaligus bertemu dengan tim dari kementrian PMI," kata.