Kini, korban SR dirawat di salah satu rumah sakit di Malaysia. KBRI telah menjenguk korban pada Selasa (27/10) dan mendapati kondisi korban sudah jauh lebih baik.
Menurut keterangan, korban baru bekerja selama 3 bulan di Malaysia, melalui jalur nonprosedural. Selama tiga bulan korban mendapat tindak kekerasan.
"Korban mengalami pemukulan, penyiraman air panas, penyabetan, pemukulan di kepala, di badan, di kuping disabet dengan rotan. Sampai pecah ya kupingnya. Istilah medisnya itu cauliflower ear. Jadi kuping seperti bunga kol, saking bengkak," ujar Iman.
Menurut keterangan dokter, saat pertama masuk ke rumah sakit, luka bakar korban hampir mencapai 50%. Kini luka bakar itu membaik sudah di bawah 10% dan sudah dipakaikan kulit sintetis dengan pengobatan infeksi.
"Vital dari pasien atau dari korban ini sudah stabil semua, sudah membaik. Jadi insyaallah dalam minggu-minggu ini akan dilepas dan akan masuk ke dalam internal protection order untuk PDRM. Setelah itu kita akan bawa ke shelter di KBRI, untuk kita lindungi dan kita mengikuti proses selanjutnya," kata Iman.