Terkait motif penyiksaan yang dilakukan kelima majikan terhadap korban masih didalami pihak kepolisian. Korban sendiri mengaku tidak tahu kesalahannya hingga bisa menerima kekerasan keji semacam itu.

"Jadi dapat dibayangkan spirit korban ini yang selama 3 bulan banyak mengalami siksaan tentunya mentalnya sudah runtuh. Dan dia sendiri bingung bagaimana, 'saya salahnya apa sampai saya diperlakukan begini'," kata Iman.

"Korban bilang dituduh mencuri uang, dibilang salah kasih obat. Jadi ya mungkin ini dibuat-buat saja alasan," imbuhnya.

Menurut Iman, kondisi korban saat ini sudah kembali bergembira, karena dapat melihat banyak orang Indonesia dari jajaran KBRI KL yang menjenguknya. "Korban kini sudah merasa nyaman, bisa tertawa dan bergurau," ujar Dubes.

Saat dijenguk pihak KBRI, Iman mengatakan korban ingin menikmati mie instan goreng dan kembali ke rumah di Banten. Iman berjanji akan memfasilitasi segala keperluan korban. Iman juga menyampaikan terima kasih kepada Polisi Diraja Malaysia, atas koordinasi baik yang dilakukan.