Iklim Investasi Jadi Modal Perkuat Daya Tarik Ekonomi

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, realisasi investasi hingga semester I 2026 mencapai Rp 23,608 triliun atau sekitar 53 persen dari target tahunan sebesar Rp 44,26 triliun.

Realisasi tersebut berasal dari 68.840 proyek yang tersebar di berbagai sektor usaha. Fathoni mengatakan capaian ini menunjukkan besarnya aktivitas investasi di Surabaya sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat sektor produktif dan memperluas kesempatan kerja.

Legislator Golkar ini menambahkan, besarnya realisasi investasi tersebut menjadi modal bagi Surabaya untuk terus memperkuat daya tarik ekonomi. Namun, peningkatan investasi perlu diikuti kualitas penanaman modal yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Fathoni menyebut salah satu dampak yang perlu diperhatikan adalah penciptaan lapangan kerja. Ia berharap investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi tenaga kerja lokal.

Data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya mencatat sebanyak 5.120 tenaga kerja baru telah ditempatkan hingga Juli 2026. Sementara target penyerapan tenaga kerja sepanjang 2026 mencapai 8.838 orang.

Karena itu, ia menilai penguatan investasi perlu berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia. Selain itu, kebutuhan tenaga kerja industri harus dihubungkan dengan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, serta peningkatan kompetensi. Hal ini bertujuan agar masyarakat lokal dapat memenuhi kebutuhan dunia usaha.

Apresiasi Kinerja Kementerian Perindustrian