Selain penyerapan tenaga kerja, Fathoni menyampaikan penguatan industri juga perlu memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal. Sebab, keterlibatan UMKM dalam rantai pasok perusahaan, penyediaan barang dan jasa pendukung, hingga sektor distribusi dan logistik berpotensi memperluas manfaat ekonomi dari masuknya investasi.

Di sisi lain, Fathoni menyebut iklim investasi menjadi faktor penting yang perlu diperkuat pemerintah kota. Menurutnya, kepastian perizinan, kemudahan berusaha, dan dukungan infrastruktur merupakan sejumlah aspek yang dapat meningkatkan daya saing Surabaya dalam menarik investor.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan S&P Global yang dirilis Senin (2/11/2026), PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 meningkat menjadi 54,0 dari posisi 52,4 pada September. Angka tersebut semakin jauh berada di atas ambang batas ekspansi 50 poin, menandakan aktivitas manufaktur nasional masih berada dalam fase pertumbuhan.

Fathoni menilai penguatan tersebut didorong meningkatnya aktivitas produksi dan permintaan baru serta kinerja positif Kementerian Perindustrian di bawah komando Muhamad Sarmuji.

"Ini sekaligus mencerminkan perkembangan positif sektor manufaktur nasional. Di tengah momentum tersebut, Kementerian Perindustrian di bawah kepemimpinan Menteri Perindustrian M Sarmuji terus memegang peran strategis dalam mendorong penguatan struktur industri, memperluas investasi, serta meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia," ucapnya.

Ia berharap momen ini dapat terus dijaga sehingga berdampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri.

Fathoni mengatakan perkembangan positif manufaktur nasional tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan bagi Surabaya untuk memperkuat perekonomian daerah melalui hadirnya investasi baru.

"Surabaya harus mampu menangkap momentum positif perkembangan industri nasional dengan memperkuat iklim investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah, sehingga semakin banyak investasi yang masuk dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.