NADIKABAR.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta mencatatkan rasio ketersediaan darah tertinggi se-Indonesia, yakni 4.200 kantong.

Sekretaris PMI Kota Yogyakarta Kardi, di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan capaian tersebut jauh melampaui acuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan standar rasio darah dengan jumlah penduduk di angka dua persen.

"Kalau acuannya itu, Kota Yogyakarta sebenarnya cukup menyediakan 900 kantong darah saja per bulan, tapi kami bisa menyediakan hingga 4.200 kantong atau melebihi rasio yang ditetapkan WHO," kata Kardi di sela kegiatan donor darah dalam rangka HUT Ke-22 DPD RI di Kantor DPD DIY.

Lonjakan ketersediaan tersebut, lanjut Kardi, membuat PMI Kota Yogyakarta mampu melayani kebutuhan untuk 42 mitra rumah sakit wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Ini menunjukkan kesadaran donor yang tinggi di masyarakat," ujar Kardi.

Tingginya kesadaran donor darah juga disampaikan Kepala Kantor DPD DIY Tri Widati yang mengaku terpaksa menutup pendaftaran donor lebih awal lima hari sebelum pelaksanaan, karena kuota yang telah terpenuhi.

"Kami harus menutup pendaftaran sejak 5 Oktober, karena jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang ditetapkan," katanya.

Total sebanyak 159 peserta yang terdiri dari 87 laki-laki dan 72 perempuan terdaftar dalam aksi sosial yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-22 DPD RI tersebut.

Tri Widati menilai tingginya minat untuk donor darah ini menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Yogyakarta.

Anggota DPD RI asal DIY Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan kegiatan donor darah tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun lembaga, tetapi juga momentum untuk merawat nilai kemanusiaan dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, donor darah menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian yang dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain. Setetes darah yang disumbangkan dapat membantu menyelamatkan nyawa seseorang yang membutuhkan.