Senada dengan hal itu, dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, Subsp.PTI (K), FINASIM, menekankan bahwa calon jemaah haji maupun umrah sebaiknya telah menjalani pemeriksaan fisik menyeluruh, rontgen paru, dan tes laboratorium minimal dua hingga tiga bulan sebelum berangkat.

Mengingat ibadah di Tanah Suci melibatkan jutaan orang dalam ruang yang padat dan penularan infeksi terjadi melalui udara (airborne), proteksi paru tidak bisa hanya mengandalkan obat-obatan saat sudah tiba di Arab Saudi.

"Perlindungan paru harus dilakukan secara kolektif dan holistik. Jemaah harus mengontrol komorbidnya, disiplin memakai masker di kerumunan, rutin mencuci tangan, serta melengkapi vaksinasi dewasa yang dianjurkan, seperti vaksin influenza dan pneumokokus sebelum berangkat," ujar Joyce.