NADIKABAR.COM — PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menyalurkan pembiayaan kepada tiga perempuan asli suku Baduy bernama Saenah, Juni, dan Sarti. Ketiganya merupakan warga Lebak 2, yang rumahnya berada jauh di dalam kawasan permukiman dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki melewati jalur hutan.
Saenah menjadi salah satu yang merasakan langsung kehadiran tersebut. Ia menjalankan usaha jual beli hasil bumi, sembari menganyam tas koja dan menenun kain khas Baduy. Pembiayaan pertama sebesar Rp 4 juta dari PNM Mekaar digunakannya untuk membeli hasil bumi saat musim panen.
Di kelompok yang sama, Juni memperoleh pembiayaan Rp 6 juta untuk menopang usaha warungan dan jual beli hasil bumi, sementara Sarti menerima Rp 4 juta untuk memperlancar perputaran modal usaha jual beli hasil bumi.
Menariknya, ketiganya tidak serta-merta mengenal layanan keuangan formal. Mereka mengenal PNM Mekaar justru dari lingkungan terdekat yaitu saudara mereka yang lebih dahulu menjadi nasabah dan merasakan manfaatnya.
Ketika kebutuhan modal datang, terutama pada musim panen, proses pengajuan yang mereka nilai mudah dan tidak berbelit membuat mereka berani mengambil pembiayaan pertama dalam hidup mereka.