Podcast kemudian tidak hanya menjadi ruang bagi perusahaan media. Kreator individu, komedian, musisi, jurnalis, influencer, hingga komunitas bisa membuat programnya sendiri.
Model seperti ini membuat pilihan konten menjadi sangat beragam. Salah satu contohnya adalah PODKESMAS, yang menggabungkan obrolan komedi dengan berbagai cerita dan topik keseharian. Di Spotify, program ini juga berkembang dalam format video melalui sejumlah episodenya.
Ada pula Rintik Sedu, yang dikenal dengan konten bernuansa cerita, hubungan, perasaan, dan refleksi kehidupan. Beberapa episode Rintik Sedu di Spotify juga sudah hadir dalam format video.
Sementara itu, AGAK LAEN! membawa karakter komedi khas Batak dari kelompok tersebut ke dalam format podcast. Topiknya pun sering mengambil hal-hal sederhana dari kehidupan sehari-hari dan kemudian dikembangkan menjadi obrolan yang menghibur. Program tersebut telah memiliki episode sejak 2021 dan terus berkembang dalam beberapa musim.
Contoh lain adalah Thirty Days of Lunch, yang banyak mengangkat cerita mengenai bisnis, karier, kehidupan profesional, serta pengalaman orang-orang dari berbagai latar belakang. Program ini juga berkembang ke format video di Spotify.
Sementara untuk obrolan panjang bersama berbagai tokoh, Deddy Corbuzier juga memiliki podcast yang tersedia di Spotify.
Nama-nama tersebut tentu hanya sebagian dari banyaknya podcast yang berkembang di Indonesia. Setiap program memiliki gaya, pembawa acara, serta kelompok pendengar sendiri.
Dari obrolan santai sampai konten khusus
Salah satu alasan podcast mudah menemukan peminat adalah sifatnya yang sangat fleksibel.
Pendengar tidak harus menyukai semua podcast. Mereka bisa memilih satu program khusus sesuai kebutuhannya.
Ada orang yang menikmati podcast komedi untuk menemani perjalanan. Ada yang memilih podcast bisnis untuk mendapatkan wawasan. Ada pula yang lebih senang mendengarkan cerita horor sebelum tidur atau mengikuti obrolan mengenai hubungan dan kehidupan sehari-hari.
Model seperti ini disebut Spotify sebagai salah satu kekuatan podcast, karena banyaknya pilihan memungkinkan pendengar menemukan konten yang sesuai dengan minat yang sangat spesifik. Spotify mencatat lebih dari 6 juta podcast tersedia di platformnya pada 2024.
Di Indonesia sendiri, Spotify juga pernah mencatat pola konsumsi podcast berdasarkan momen tertentu. Saat Ramadan 2024, misalnya, podcast bertema agama dan spiritualitas menjadi genre podcast yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia pada periode tersebut.
Hal tersebut menunjukkan bagaimana podcast dapat mengikuti kebutuhan dan kebiasaan pendengarnya.
Perubahan paling menarik dalam beberapa tahun terakhir adalah munculnya podcast video.
Podcast pada awalnya sangat identik dengan audio. Namun, perkembangan platform digital membuat batas antara podcast, video, dan konten media sosial semakin tipis.
Spotify mencatat konsumsi video podcast meningkat 88 persen dalam satu tahun hingga 2024. Pada saat itu, lebih dari 300 ribu podcast video tersedia di Spotify. Jumlah ini belum termasuk podcast video yang hanya ada di Youtube.
Spotify juga menyebut lebih dari 250 juta pengguna telah menonton podcast di platformnya.