Artinya, podcast sekarang tidak selalu harus dipahami sebagai "acara radio di internet".
Sebuah podcast bisa berupa percakapan panjang dengan dua orang di studio, wawancara dengan narasumber, monolog seorang kreator, dokumenter audio, cerita bersambung, hingga tayangan video yang kemudian dipotong menjadi klip pendek untuk media sosial. Formatnya semakin cair.
Perkembangan podcast tentu tidak hanya terjadi di Indonesia.
Di tingkat global, ada sejumlah program yang sudah menjadi bagian penting dari perkembangan industri podcast. Salah satu contohnya adalah The Joe Rogan Experience, yang pertama kali hadir pada 2009 dan kemudian menjadi podcast eksklusif Spotify pada 2020.
Spotify mencatat The Joe Rogan Experience menjadi podcast teratas secara global di Spotify Wrapped selama beberapa tahun, termasuk pada 2025 ketika program tersebut kembali berada di posisi pertama daftar podcast global Spotify.
Selain itu ada The Diary of a CEO with Steven Bartlett, The Mel Robbins Podcast, Call Her Daddy, hingga This Past Weekend with Theo Von yang juga masuk dalam daftar podcast teratas Spotify secara global pada 2025.
Topiknya pun berbeda-beda. Ada yang fokus pada wawancara panjang, pengembangan diri, budaya pop, komedi, hingga pengalaman hidup.
Ini menunjukkan bahwa podcast tidak memiliki satu formula yang berlaku untuk semua orang.
Salah satu jawabannya adalah fleksibilitas.
Podcast bisa didengarkan sambil melakukan aktivitas lain. Berbeda dengan tayangan televisi atau video yang umumnya membutuhkan perhatian visual, podcast audio memungkinkan seseorang tetap mengikuti pembahasan ketika sedang berjalan, berkendara, memasak, atau bekerja.
Di sisi lain, podcast video memberikan pilihan bagi mereka yang ingin melihat langsung interaksi para pembawa acara dan narasumber.
Platform seperti Spotify juga membuat proses menemukan podcast semakin mudah. Spotify menyediakan peringkat podcast berdasarkan negara dan kategori, termasuk daftar podcast teratas dan podcast yang sedang mengalami pertumbuhan popularitas. Peringkat tersebut diperbarui setiap hari.
Pada akhirnya, kekuatan podcast mungkin justru terletak pada kebebasan memilih.
Tidak semua orang harus mendengarkan podcast yang sama. Ada ruang untuk program dengan jutaan pendengar sekaligus ada ruang untuk podcast dengan topik yang sangat spesifik dan memiliki komunitas kecil tetapi loyal.
Dari teknologi RSS dan eksperimen para pengembang internet pada awal 2000-an, podcast kini berkembang menjadi ekosistem media yang jauh lebih besar.
Audio tetap menjadi fondasinya, tetapi video, media sosial, komunitas, dan berbagai bentuk distribusi digital membuat podcast terus berubah.
Dan di Indonesia, perubahan tersebut terlihat dari semakin banyaknya pilihan program dengan karakter yang berbeda-beda.