NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal PBNU 2021-2026 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyesalkan pernyataan terkait Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang dinilainya tidak didukung bukti memadai, tetapi justru mendapat ruang dalam podcast. Menurut, tudingan yang tidak dapat dibuktikan hanya menjadi 'bualan' dan seharusnya tidak diberi panggung.

"Kalau benar-benar tidak ada bukti, itu hanya semacam bualan yang diberi tempat, yang diberi panggung. Membual tapi diberi tempat, diberi panggung. Ini yang sangat kami sesalkan," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Gus Ipul mengatakan saat ini pihaknya sedang mendalami tayangan podcast tersebut, termasuk proses pemilihan narasumber dan penerapan prinsip keberimbangan dalam penyajiannya.

"Kami sedang mendalami salah satu media yang mengundang narasumber yang menurut saya tidak kredibel, lebih-lebih juga tidak cover both sides," jelasnya.

Ia pun merasa dirugikan oleh isi pembicaraan dalam podcast tersebut. Sebab menurutnya, sejumlah pernyataan disampaikan tanpa bukti yang cukup.