NADIKABAR.COM — Bagi masyarakat Minahasa Tenggara pohon aren adalah pohon kehidupan, pohon aren yang lebih dikenal dengan sebutan seho, sudah sejak dulu menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, sebagai bahan baku dalam pembuatan cap tikus maupun gula merah.

Potensi pohon aren yang tumbuh melimpah dan tradisi pembuatan gula merah di Minahasa Tenggara, dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Tenggara sebagai destinasi agrowisata. Salah satunya adalah agrowisata pohon aren di Desa Pangu Satu, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Pembuatan gula merah di Minahasa Tenggara, khususnya di sentra produksi seperti Desa Pangu, dilakukan secara tradisional. Proses ini dimulai dengan menyadap air nira dari mayang pohon aren, petani memotong sedikit ujung mayang (bunga) aren dan menampung tetesan air nira (biasa disebut saguer di Minahasa) menggunakan bambu. Proses ini dilakukan pagi hari, dilanjutkan dengan penyaringan, nira yang telah dikumpulkan harus segera disaring untuk memisahkan kotoran atau serangga.