Perusahaan juga diminta membuat sumur bor, sementara TNI dan Polri diperintahkan memetakan titik-titik yang rawan terbakar.

Dudung mengatakan hal itu agar penanganan karhutla dilakukan sejak sebelum kebakaran terjadi, bukan hanya setelah api meluas.

"Dari mulai pembuatan embung, sudah diperintahkan kepada perusahaan-perusahaan, kemudian membuat juga sumur-sumur bor, sudah diperintahkan kepada TNI, Polri, di mana titik-titik api yang kemungkinan selalu ada, kemudian juga kepada lahan dibuatkan juga irigasi, semacam tempat-tempat penampungan air," kata Dudung.

Selain itu, Dudung mengatakan Prabowo juga meminta ada penambahan personel baik dari TNI-Polri hingga Dinas Kehutanan untuk mempercepat penanganan karhutla.

Dudung menjelaskan saat ini total personel yang dikerahkan mencapai 60 ribu orang. Sementara, untuk pesawat yang dilibatkan ada 47 pesawat.

"Ini betul-betul harus secara masif, terukur, dan dilaksanakan dengan segera karena memang ini sudah sangat membantu," ucap dia.

Pada saat yang sama, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 98 kasus karhutla yang melibatkan korporasi telah naik ke tahap penyidikan.