Kemudian, data antemortem dan posmortem dari 8 keluarga rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut diidentifikasi oleh Tim DVI. Dari hasil pemeriksaan DNA, ditemukan kecocokan jenazah korban dengan salah satu keluarga.
"Proses identifikasi mayat, Kabiddokkes Polda Bengkulu berkomunikasi dengan Kabiddokes Polda Banten, disepakati untuk dilakukan identifikasi serta pencocokan oleh tim DVI terkait data antemortem dari 8 keluarga korban Kapal Arupadatu terhadap seorang mayat MR X yang ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu, baik meliputi data primer yaitu sidik jari, gigi dan DNA," katanya.
Sebelumnya, delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis serta tiga kru kapal hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Pada Sabtu (12/9), ada penemuan jasad di Enggano.