NADIKABAR.COM — Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono menegaskan pihaknya menyiagakan personel hingga sarana prasarana untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan juga diperkuat dengan pemetaan wilayah rawan bencana dan pembentukan posko terpadu bersama instansi terkait.
Hal itu disampaikan Kapolda saat memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di Mapolda Jatim. Dia mengatakan, Jawa Timur memiliki sejumlah wilayah dengan potensi kerawanan bencana alam. Sepanjang 2026, tercatat 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jatim.
Ratusan kejadian bencana tersebut di antaranya 41 kejadian banjir, 57 tanah longsor, dan 140 angin puting beliung. Peristiwa itu mengakibatkan 28 orang meninggal dunia dan 55 orang luka-luka. Adapun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 7,552 miliar.
"Hal tersebut juga telah diprediksi oleh BMKG di mana pada musim hujan tahun 2026 sampai dengan 2027 akan diperkirakan datang lebih lambat dari yang seharusnya. Hal tersebut merupakan sinyal bahwa terdapat indikasi kemungkinan akan terjadi cuaca ekstrem di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," kata Dekananto di Mapolda Jatim, dilansir NadiKabar, Rabu (4/11/2026).