Mengantisipasi potensi tersebut, Dekananto meminta jajarannya memperkuat koordinasi dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Pemetaan wilayah rawan bencana harus dilakukan bersama agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat ketika bencana terjadi.
Ia juga meminta posko bersama dan posko aju disiapkan, termasuk pembagian tanggung jawab personel di setiap sektor. Koordinasi komunikasi dan informasi kepada masyarakat juga harus terpusat agar tidak menimbulkan kebingungan saat penanganan bencana.
"Masyarakat terdampak tidak peduli siapa yang membantu, tetapi negara hadir di sana," tegasnya.
Selain itu, seluruh personel diminta memastikan kesiapan peralatan dan sarana prasarana yang akan digunakan saat diterjunkan ke lokasi bencana. Mekanisme koordinasi juga harus dipahami hingga tingkat pelaksana melalui latihan bersama.