Kewaspadaan perlu dipertahankan meskipun hujan mulai turun, mengingat potensi cuaca panas pada pekan berikutnya dapat kembali meningkatkan risiko kebakaran.
“Saya melihat curah hujan cukup lama dan banyak titik yang sudah padam, tetapi masih ada beberapa titik yang perlu kita antisipasi,” terangnya.
Adapun Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng menyatakan berdasarkan laporan harian, Selasa, luas area karhutla yang ditangani dalam kurun waktu 24 jam terakhir mencapai 37,94 hektare.
Upaya penanganan di lapangan terus dilakukan melalui pemadaman, pendinginan, dan patroli secara berkala oleh satgas karhutla. Langkah ini bertujuan mencegah api meluas, memastikan titik-titik kebakaran segera tertangani, serta mengurangi risiko munculnya kembali titik api di area yang telah dipadamkan.
Sebagai langkah mitigasi mengantisipasi kondisi kekeringan dan potensi meningkatnya risiko kebakaran, Satgas Karhutla bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI Angkatan Udara kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).