Karena itu, orang tua, guru, dan pelajar perlu memiliki kemampuan literasi digital untuk mengenali berbagai risiko di ruang digital.

β€œOrang tua saat ini dituntut tidak boleh gagap teknologi agar orang tua bisa mengawasi aktivitas digital anak tanpa harus menekan ruang gerak anak,” ujarnya.

Ia juga meminta pelajar bersikap kritis terhadap informasi dan tren yang berkembang di media sosial serta menggunakan teknologi untuk kegiatan yang produktif.

β€œKepada seluruh siswa-siswi, kalian harus cerdas dan kritis dalam memilih informasi. Gunakan gadget untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas diri, bukan untuk mencari hal-hal yang dapat merusak masa depan kalian,” tegasnya.