NADIKABAR.COM — Polda Metro Jaya mengimbau warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari titik-titik lokasi unjuk rasa dan memanfaatkan rute alternatif guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan urgen dapat menghindari ataupun menggunakan jalur-jalur alternatif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, masyarakat dapat memantau pembaruan informasi mengenai pengalihan arus dan rute alternatif melalui akun media sosial resmi Polda Metro Jaya dan TMC Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan apabila kegiatan harian terganggu akibat penutupan atau pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila di dalam kegiatan aktivitas harian terganggu karena ada pengalihan arus ataupun alternatif ruas-ruas jalan lainnya," kata Budi.
Polda Metro Jaya mencatat pada hari ini terdapat 52 kegiatan aktivitas masyarakat, yang mana 26 di antaranya merupakan aksi penyampaian aspirasi di muka umum di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sejumlah titik penyampaian pendapat tersebut tersebar di beberapa kawasan strategis, seperti Silang Selatan Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, Gedung DPR/MPR RI, hingga area kementerian dan lembaga.
"Untuk menjaga ketertiban berlalu lintas, personel dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama TNI telah dikerahkan sejak pagi hari di lapangan untuk melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas," katanya.
Dalam pengamanan kegiatan hari ini, sebanyak 9.505 personel gabungan diterjunkan, yang terdiri atas 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemprov DKI Jakarta, serta 170 personel Pengamanan Dalam (Pamdal).
Kepolisian menegaskan petugas pelayanan siap mengawal penyampaian aspirasi agar berjalan aman, damai, dan tertib, sekaligus menjamin hak-hak masyarakat lainnya yang tetap beraktivitas rutin dengan menjunjung tinggi keselamatan serta hak asasi manusia.